Pertolongan Darurat

Jika Terjadi Kecelakaan
Jika Anda mendengar teriakan atau melihat darah, berarti ada suatu kecelakaan, dan kemungkinan ada seseorang yang terluka. Anda menyadari ia butuh pertolongan, dan Anda berada paling dekat dengannya. Sadarilah bahwa tindakan pertolongan Anda selama beberapa menit ke depan bisa menjadi penentu.

Seberapa Serius Kecelakaannya?
Jangan panik. Cobalah mengetahui seberapa serius kecelakaannya secara cepat. Ini akan mempermudah Anda dalam bertindak cepat untuk menolongnya, apa pun bentuk pertolongan yang dibutuhkannya.

Jangan Panik
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan seberapa baik Anda dapat mencegah cideranya bertambah parah. Yang paling penting sebelum melakukan penanganan adalah memindahkan korban dari tempat kecelakaan bila situasinya membahayakan. Anda harus mengetahui penyebab kecelakaan dan menghentikannya, apakah itu berupa penghentian crane, pemadaman api, atau pemindahan mesin. Maka, jangan panik, namun tetap waspada!

Pertolongan Darurat
Bila Anda mengetahui bahwa korban membutuhkan pertolongan secepatnya, penting bagi Anda untuk mengetahui keadaan sirkulasi saluran pernapasan:
A. Saluran pernapasan korban jangan sampai terhalang.
B. Bila korban tidak bernapas, segera lakukan pernapasan buatan.
C. Bila tidak ada denyut nadi, lakukan Resusitasi Jantung Paru-RJP (Cardio Pulmonary Resuscitation-CPR).
Untuk panduan lebih jelas, silakan lihat di Resusitasi Jantung Paru-RJP (Cardio Pulmonary Resuscitation-CPR).

Cari Bantuan Bila Diperlukan
Anda harus bisa menentukan apakahAnda bisa menangani korban sendirian. Bila Anda merasa memerlukan bantuan, carilah bantuan secepatnya. Bertindaklah secara tenang sambil menilai situasi. Jangan lupa untuk melakukan pertolongan pertama secara terus­-menerus dan dampingi korban sampai bantuan datang.
Selalu simpan nomor-nomor telpon penting di tempat yang mudah dilihat.

Paham Lalu Lintas Sejak Dini

Bicara safety driving, selain kendaraan, perilaku pengendara juga punya peran penting. Termasuk soal child safety. Tidak heran, di negara-negara maju di Eropa, kendaraan yang diproduksi massal harus memenuhi standar keselamatan yang baku. Fitur dan kelengkapannya mendukung unsur itu. Sebut saja ISOFIX, airbag, seatbelt, dan lainnya.

Soal safety, bukan monopoli pengendara dewasa. Porsi keselamatan anak-anak berkendara di mobil pun memperoleh hak yang sama. Pengetahuan penggunaan ISOFIX plus kursi tambahan begitu familier.

Tiap usia anak, perlakuan di kendaraan disesuaikan kebutuhan. Biasanya, bobot anak dijadikan standar selain usianya. Wajar saja, kategorisasi bobot sudah tidak asing lagi oleh sebagian pabrikan mobil, maupun produsen child seat.

Namun, yang terpenting penempatan anak yang tepat di mobil. Sebaiknya, anak-anak ditempatkan di kursi baris kedua atau ketiga. Hal ini untuk menghindari fatalitas saat airbagmeledak jika terjadi tabrakan. Selain itu, juga pengetahuan tentang perilaku yang dapat mengganggu konsentrasi pengemudi. Singkatnya, bila tidak diimbangi perilaku ini, keberadaan fitur dan kelengkapan safety menjadi tidak optimal.

Selain faktor mobil dan kelengkapan, perilaku anak-anak berlalu lintas juga tidak kalah pentingnya. Terutama untuk anak-anak dengan usia 6 - 11 tahun dengan bobot sekitar 22 - 36 kilogram. Makanya, sebaiknya pengetahuan berlalu lintas sudah diperkenalkan sejak usia dini. Tentu penyampaian hal ini disesuaikan dengan usia serta kebutuhan anak-anak.

Di Jerman, pengenalan berlalu lintas sejak dini sudah popular. Bahkan sudah menjadi standar di segala kegiatan belajar mengajar di sana. Langkah ini bila diadopsi di Indonesia, perlahan tapi pasti bakal terlihat hasilnya.

Bukan sekedar berkendara yang baik semata, tapi etika serta budaya berlalu lintas juga bisa tercermin ketika berkendara. Memang hasilnya, tidak serta merta terlihat. Namun, penanaman dan pemahaman berlalu lintas bakal melekat di alam pikiran mereka.

Sehingga, bila dewasa nanti, perilaku ini tetap dipraktekkan secara proporsional. Bahkan bila sudah distandarkan atau masuk dalam kurikulum, perilaku berlalu lintas yang baik bakal membudaya. (Toni)

sumber: AutoBild Indonesia

Potensi Bahaya di Mal (Part Three)

Lift
Hampir dua ribu anak terluka karena lift setiap tahun, umumnya ketika tangan atau kaki mereka terjepit di pintu. "Kebanyakan pintu lift akan terbuka jika sensor mendeteksi sesuatu yang menghalangi, tapi tangan atau jari anak bisa tidak dikenali karena terlalu kecil," kata Dr. Sheehan.

Strategi keamanan:
Jangan coba menghentikan pintu lift yang akan menutup dengan tangan, kaki, tas, atau stroller. Meski kebanyakan lift dilengkapi fitur pengaman dan dijaga dengan baik, mata fotoelektrik di dalam lift bisa saja tidak berfungsi menyebabkan pintu tetap mentup walau sesuatu menghalanginya.
Waspadai celah. Pastikan lift sejajajar dengan lantai sebelum Anda keluar. Anak Anda bisa tergelincir atau kakinya tersangkut di celah.
Jika memungkinkan, berdirilah di belakang. Jangan pernah anak menyentuh atau bersandar pada pintu lift karena di sinilah paling sering terjadi kecelakaan.

sumber: Majalah Parents Indonesia

HP Nokia Milik Anak SD Meledak

Rabu, 20 Februari 2008 - 15:58 wib
TB Ardi Januar - Okezone

BANDUNG - Sebuah telepon genggam CDMA merek Nokia 2115 milik Naufal Rizki (9), siswa kelas 4 SDN Karang Pawulang 3, Bandung tiba-tiba saja meledak. Kejadian ini mengakibatkan dengkul kiri mengalami luka bakar. Bahkan salah seorang temannya, Aldi, mengalami luka bakar dikedua tangannya.

Menurut Naufal saat disambangi dikediamannya, Perumahan Graha Batu Karang, Blok Z3 Nomor 15, Cipamokolan, Rancasari, Bandung menyatakan, kejadian ini terjadi pada pukul 07.30. Ketika itu hendak masuk kelas.

"Hape (handphone) saya tiba-tiba panas di bagian baterainya. Setelah saya taruh dibawah, hape itu langsung menciut dan meledak seperti petasan hingga mengeluarkan asap." ujar Naufal.

Anak pertama pasangan Andriyanto (35) dan Rini Purbasari (34) ini, mengaku trauma memegang handphone. Pasalnya, bocah ini khawatir kejadian serupa terulang. "Saya jadi takut memegang hape." tukasnya.

Kejadian ini membuat orang tua Naufal heran. Mereka tidak habis pikir mengapa telepon genggam miliknya bisa meledak. "Saya bingung kok bisa meledak? dari mana sebabnya ya? Saya jadi harus hati-hati memberikan handphone kepada anak." pungkas Rini. (srn)



Nokia Tidak Memasok Seri 2115
Rabu, 20 Februari 2008 - 17:46 wib
Sarie - Okezone

JAKARTA - Insiden peledakan Nokia 2115 CDMA yang terjadi di Bandung, Jawa Barat, diprediksi akibat produk palsu. Pasalnya, Nokia tidak pernah memasok ponsel dengan seri tersebut ke Indonesia.

"Kita belum bisa memprediksi penyebab kejadian tersebut. Lagi pula Nokia tidak pernah memasok ponsel dengan seri itu (2115). Bisa jadi si pengguna mendapatkannya secara tidak resmi (BM)," ujar Manager Corporate Communication Nokia Indonesia Regina Hutama, saat dikonfirmasi melalui telepon, di Jakarta, Rabu (20/2/2008).

Dengan demikian wajar jika Nokia tidak merasa bertanggung jawab akan insiden tersebut.

Pendapat Regina ini, hampir sama dengan pendapat teknisi ponsel Haeruddin. Menurutnya, insiden tersebut terjadi dikarenakan komponen ponsel khususnya baterai yang digunakan tidak asli alias palsu.

Bahkan, Haeruddin pun mengungkapkan bahwa Nokia CDMA 2115 memang ponsel dengan kategori yang paling banyak dipalsukan.

"Baterai palsu memiliki daya tahan yang tidak lama dan kalau sudah jenuh maka dia gampang panas dan tidak lagi layak pakai. Bisa dicirikan dengan kondisi baterai yang mulai mengembang dan rentan overheat (kelebihan panas)," ujar Haeruddin.

Dia menambahkan, bahwa banyak aspek yang terjadi dalam insiden peledakan baterai. Pertama sudah pasti dikarenakan komponen ponsel yang tidak orisinil, pengecasan ponsel yang dibiarkan terlalu lama dan penggunaan ponsel untuk berkomunikasi dalam kondisi mengecas sehingga menimbulkan kelebihan panas pada ponsel.

"Namun umumnya, insiden ponsel meledak sudah pasti dikarenakan kualitas komponennya yang tidak asli," tegas Haeruddin.

Oleh karena itu Regina menyarankan, agar para pengguna ponsel khususnya Nokia, dapat membeli ponsel dengan jalur yang resmi dan bergaransi. Sehingga Nokia dapat memberikan jaminan pelayanan bagi penggunaan ponsel. (srn)

source: http://techno.okezone.com